Studi Hubungan Budaya dengan Aglomerasi Ekonomi (North-South Corridor) Di Jawa Timur

Rachmad Kresna Sakti, Mudrajad - Kuncoro, Candra Fajri Ananda, Maryunani - -

Abstract


ABSTRACT

 

There are two things that commonly identify economic activitivities spacially such as concentration and imbalance.  East Java has two concentration poles of Java economic activities spacially. One of the concentration areas in East Java is in Surabaya, and that concentration activity is called North-South Corridor which is close to temple/ archeological site in East Java. Based on the fact, this research answers some questions like (1) Is there any interaction between culture dimension (the people) and economic dimension? (2) How does culture dimension interacts with economic dimension?

The aims of the research are (a) To know the interaction between culture dimension (the people) and economic dimension partially and cumulatively, so there will be North-South Corridor in East Java; (b) To know the flow of mechanism from the detail of culture dimension interacting with economic dimension. The research was done outside North-South Corridor  area in East Java.

The result of the research shows (1) there is a relationship between culture and economic dimension. It can be showed from the difference of each economic subject both inside and outside North-South Corridor in facing Hofstede Culture; (2) the difference of culture is formed by the environment of area inside and outside North-South Corridor.

 

Keywords: North-South Corridor, culture, economic concentration

 

ABSTRAKS

 

Terdapat dua hal yang seringkali menjadi ciri menonjol dari kegiatan perekonomian secara spasial, yaitu adanya konsentrasi dan ketimpangan. Di Pulau Jawa Terdapat dua kutub konsentrasi kegiatan ekonomi di Jawa secara spasial. Salah satunya wilayah konsentrasi kegiatan ekonomi di Surabaya Jawa Timur. Konsentrasi kegiatan tersebut dikenal dengan koridor utara – selatan. Menariknya koridor Utara-Selatan berhimpit dengan letak situs purbakala/candi di Jawa Timur.  Berpijak pada kesenjangan realita tersebut, penelitan ini berusaha menjawab pertanyaan berikut, (1) apakah terjadi interaksi antara dimensi budaya (masyarakat setempat) dan dimensi ekonomi?. (2) bagaimana rincian dimensi budaya berinteraksi dengan dimensi ekonomi?

Tujuan penelitian ini adalah (a) Mengetahui interaksi antara dimensi budaya (masyarakat setempat) dan dimensi ekonomi, baik secara parsial ataupun secara kumulatif, sehingga terbentuk koridor Utara-Selatan di Jawa Timur; (b) Mengetahui flow of mechanism rincian dimensi budaya berinteraksi dengan dimensi ekonomi. Penelitian ini dilakukan di kawasan di luar kawasan koridor utara – selatan di Jawa Timur.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi hubungan antara dimensi budaya dan kegiatan ekonomi. Hubungan ini terlihat dari perbedaan masing-masing pelaku ekonomi dalam dan di luar koridor utara – selatan dalam menyikapi budaya hofstede. (2) perbedaan budaya ini dibentuk oleh lingkungan tepat tinggal. Lingkungan tempat tinggal dalam konteks ini adalah wilayah dalam koridor utara – selatan ataupun di luarnya

 

Kata Kunci: koridor utara – selatan, budaya, konsentrasi ekonomi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.